Article cover

Meski digunakan secara luas, proxy masih diselimuti berbagai mitos dan kesalahpahaman. Akibatnya, proxy diabaikan tanpa alasan atau, sebaliknya, terlalu dipercaya bahkan ketika secara objektif proxy bukan solusi untuk semua masalah. Dalam kedua skenario tersebut, keamanan Anda dapat terdampak. Dalam artikel ini, kami meluruskan berbagai hal agar Anda tahu persis bagaimana proxy dapat berguna untuk memastikan keamanan. \r

7 mitos teratas tentang proxy dan keamanan

\r
Keamanan adalah prioritas di dunia saat ini. Wajar saja, berbagai alat dan teknologi baru terus berkembang, bahkan alat yang sudah ada pun dibayangkan kembali dan digunakan untuk memastikan lapisan keamanan tambahan. Proxy adalah salah satunya. Proxy memiliki potensi besar untuk menjaga keamanan Anda, tetapi penting untuk mengetahui kemampuan sebenarnya.\r

Mitos 1: Proxy ilegal sehingga tidak berguna untuk keamanan

\r
Dan menggunakannya untuk keamanan adalah hal yang mustahil. Itu salah satu kesalahpahaman paling populer. Karena penipu dan pelaku scam banyak menggunakan proxy untuk menyembunyikan perbuatan mereka dan menghindari penangkapan, proxy diasosiasikan dengan sesuatu yang ilegal. Selain itu, IP palsu dan proxy gratis sering kali ternyata dikelola oleh penjahat siber yang mencegat lalu lintas. Hal itu mengukuhkan citra proxy sebagai sesuatu yang berbahaya dan merugikan. \r
\r
Kenyataannya, proxy hanyalah alat, dan penggunaannya bergantung pada orang yang mengandalkannya. Sebagian orang mengakses internet untuk mencari data atau mempromosikan bisnis mereka, sedangkan yang lain membuat situs phishing atau menyebarkan spam. Namun, internet sendiri bukan sesuatu yang ilegal, bukan?\r
\r
Hal yang sama berlaku untuk proxy. Jika digunakan secara bijak dan sesuai hukum, proxy dapat memberi Anda banyak keuntungan, seperti koneksi lintas wilayah yang stabil, anonimitas tinggi, privasi yang lebih baik, dan lainnya.\r

Mitos 2: Proxy cukup untuk memastikan privasi sepenuhnya

\r
Ekstrem lainnya adalah percaya bahwa proxy mahakuasa dan tidak diperlukan alat lain. IP alternatif memang kuat karena bertindak sebagai perantara antara Anda dan server target, sehingga Anda bahkan tidak perlu menghubungi sumber daya eksternal secara langsung. Namun, proxy hanya mengubah alamat IP Anda dan dapat mengubah lokasi, tergantung pilihan Anda. Cookie, WebGL dan fingerprint TLS, serta sinyal lainnya tetap sama. Keamanan yang ketat tidak mungkin tanpa proxy, tetapi proxy saja tidak cukup, alat dan pendekatan tambahan seperti fingerprint spoofing diperlukan. Proxy seperti garis pertahanan pertama, tidak tergantikan, tetapi bukan mahakuasa. \r

Mitos 3: Semua proxy mengenkripsi lalu lintas secara default

\r
Kesalahpahaman populer dan berbahaya lainnya adalah bahwa semua proxy mengenkripsi lalu lintas secara default. Enkripsi berarti data disandikan, dan diperlukan kunci khusus untuk mengurainya. Bahkan jika seseorang berhasil mencegat lalu lintas, mereka tidak akan dapat menggunakannya karena yang terlihat hanya rangkaian simbol acak. \r
\r
Proxy dapat mengenkripsi lalu lintas, tetapi hal itu bergantung pada pilihan Anda. Jika Anda memilih proxy HTTPS, proxy tersebut menyandikan data. Protokol dasar seperti HTTP atau SOCKS tidak melakukannya.\r

Mitos 4: Proxy dan VPN sama 

\r
Karena proxy dan VPN memiliki beberapa kasus penggunaan yang sama, misalnya memastikan akses lintas wilayah yang stabil, keduanya kerap dianggap sepenuhnya dapat saling menggantikan. Dalam beberapa situasi, seperti yang disebutkan, hal itu benar. Namun, dasar cara kerjanya berbeda. \r
\r
Proxy bertindak sebagai perantara. Proxy menerima request dari browser atau aplikasi Anda lalu meneruskannya ke server target. Server target melihat alamat IP proxy.  \r
\r
VPN adalah singkatan dari jaringan privat virtual. Saat Anda mengirim request, server VPN membuat tunnel terenkripsi, yaitu jaringan privat di dalam jaringan global, dan data Anda terlebih dahulu menuju server tersebut, lalu server itu meneruskannya ke server target. \r
\r
Dalam kedua kasus, Anda tidak menghubungi server target secara langsung. Data mengenai IP dan lokasi Anda tetap terlindungi. Namun, tidak seperti proxy, VPN selalu mengenkripsi data Anda, sehingga VPN wajib digunakan untuk menangani data sensitif seperti detail pembayaran atau dokumen. Di sisi lain, IP VPN bersifat artifisial dan dibuat oleh server, yang dapat berdampak negatif pada tingkat kredibilitas Anda serta membuat situs web menolak akses. Dengan proxy, Anda dapat menggunakan alamat autentik yang berasal dari perangkat nyata dan selaras dengan pola lalu lintas yang diharapkan, sehingga menghadapi lebih sedikit ketidakstabilan koneksi. Dalam beberapa kasus, ketika keamanan tingkat tinggi dan akses yang lancar sama-sama penting, proxy dan VPN digunakan bersama-sama. Namun, jika Anda, misalnya, melakukan streaming atau berbagi data tidak sensitif dan membutuhkan kecepatan, bukan enkripsi, proxy SOCKS adalah pilihan yang lebih baik. \r

Mitos 5: Proxy SOCKS lebih aman 

\r
SOCKS dan HTTP(S) adalah dua protokol yang dapat digunakan untuk membangun proxy. Protokol SOCKS tidak meneliti sumber lalu lintas yang masuk dan tidak membaca header. Protokol ini juga menawarkan beberapa metode autentikasi, sehingga hanya pengguna yang berwenang yang dapat mencapai server. Itulah sebabnya proxy SOCKS sering dianggap aman. Namun, SOCKS tidak dapat mengenkripsi lalu lintas. Untuk memperoleh seluruh keunggulan keamanan proxy SOCKS tanpa berisiko membocorkan data Anda, padukan jenis proxy ini dengan alat lain, misalnya VPN\r

Mitos 6: ISP tidak dapat melihat apa pun saat Anda menggunakan proxy 

\r
Banyak pengguna percaya bahwa dengan proxy, mereka sepenuhnya tersembunyi dari pengawasan Penyedia Layanan Internet mereka. Kenyataannya, ISP tidak dapat melihat situs web target, tetapi tetap dapat melihat alamat IP server proxy, durasi koneksi, volume data yang ditransfer, dan, jika lalu lintas tidak dienkripsi, isinya. \r

Mitos 7: Proxy cukup untuk mencapai zero trust 

\r
Arsitektur Zero Trust (ZTA) menolak asumsi bahwa semua hal di dalam jaringan tertentu dapat dipercaya secara default. Sebaliknya, pendekatan ini mengandalkan aturan “jangan pernah percaya, selalu verifikasi”. Hal ini memberikan keamanan yang lebih baik, tetapi pendekatan zero trust adalah strategi keamanan berskala penuh yang memerlukan visi berbeda, bukan sekadar alat. Proxy sering menjadi bagian dari struktur keamanan semacam ini, tetapi ZTA memerlukan lebih dari sekadar memanfaatkan rangkaian alat baru.  \r

Kesimpulan 

\r
Bahkan dengan alat yang sudah lama ada dan banyak digunakan seperti proxy, terkadang sulit membedakan fakta dari mitos. Namun, hal ini layak Anda pahami karena dalam hal keamanan, kesalahpahaman kecil dapat menyebabkan kerugian besar dan kebocoran. Proxy tidak boleh diremehkan maupun dilebih-lebihkan. Hanya ketika Anda tahu persis kemampuan proxy dan situasi penggunaannya, Anda dapat menambahkan lapisan perlindungan ekstra ke infrastruktur digital Anda. Di sini tersedia artikel khusus dan terperinci tentang 6 cara proxy dapat meningkatkan keamanan Anda, sehingga Anda benar-benar tahu kapan perlu mengandalkannya. Jika Anda membutuhkan proxy yang diperoleh 100% secara legal, Anda selalu dapat mendapatkannya di DataImpulse. Cukup tekan tombol “Coba sekarang” di sudut kanan atas atau hubungi kami di [email protected].

Share article: